√ Penjelasan Tentang Perbedaan Antara Mitosis Dan Meiosis

Pernahkah kalian mendengar tentang sel? Bagaimana dengan pembelahan sel? Sebelum membicarakan tentang pembelahan sel, mari sedikit membahas tentang sel. Sel merupakan unit dasar kehidupan, artinya sel adalah penyusun dari organisme apapun. Baik itu bakteri, tumbuhan, dan hewan. Semua makhluk hidup berusaha untuk mempertahankan eksistensi diri dengan cara berkembang dan bertumbuh. Nah, cara sel untuk melakukan kedua hal tersebut dengan pembelahan.

Pembelahan sel merupakan mekanisme makhluk hidup untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Pada organisme uniseluler seperti bakteri, khamir, dan protista, pembelahan sel berfungsi untuk perkembangbiakan atau memperbanyak diri. Pembelahan sel pada organisme multiseluler seperti tumbuhan dan hewan, pembelahan sebagai pertumbuhan dan perkembangan. Pada pembelahan sel dari organisme multiseluler dapat dibagi menjadi 2, mitosis dan meiosis.

Mitosis merupakan pembelahan nukleus (diikuti sitokinesis atau pembelahan sitoplasma) untuk memperbanyak jumlah sel. Pembelahan ini terjadi pada sel autosomal atau sel tubuh (Campbell et al., 2010). Pada setiap makhluk hidup memiliki waktu mitosis yang berbeda. Mitosis terdiri dari 5 fase, Fase tersebut yaitu PROFASE, PROMETAFASE, METAFASE, ANAFASE, dan TELOFASE. Pengertian dari masing-masing fase sebagai berikut.

1. Fase profase terjadi ditandai dengan penghilangan struktur nukleus dan mulai terjadi kondensasi benang-benang kromatin. Sentrosom pada sel bergerak menjauh dan menuju ke arah kutub yang berlawanan.

2. Fase prometafase. Fase ini mulai terbentuk struktur kromosom sempurna. Pada fase ini, biasanya peneliti mengamati jumlah kromosom sel. Karena, membran nukleus sudah hilang, kromosom tampak jelas, dan kromosom tidak saling bertautan. Mikrotubulus mulai berlekatan dengan kinetokor dan menggerakkan kromosom.

3. Fase metafase adalah fase ketika kromosom berjejer pada lempeng metafas atau berada di tengah kutub. Letak sentrosom sudah berada di masing-masing kutub berlawanan. Fase ini menghabiskan waktu paling lama di antara fase yang lain.

4. Fase anafase adalah fase terpendek di mitosis. Protein kohesin pada kromosom mengalami pembelahan sehingga sister kromatid akan memisah ke arah kutub berlawanan. Penarikan terjadi karena mikrotubulus memendek dan menarik sentrosom.

5. Fase telofase adalah fase terakhir. Benang kromosom terurai menjadi kromatin dan nukleus mengalami pembentukan kembali.

Meiosis merupakan pembelahan sel yang terjadi pada sel gamet yang bertujuan untuk mengurangi jumlah set kromosom. Perubahan yang terjadi yaitu sel diploid (2n) menjadi haploid (n) (Campbell et al., 2010). Meiosis terdiri dari 2 tahapan, meiosis I dan meiosis II. Meiosis I biasa disebut dengan pembelahan reduksi. Pada meiosis I, sel mengalami pengurangan jumlah set kromosom.

Sedangkan, pada meiosis II tidak terjadi pengurangan set kromosom, hanya pembelahan untuk memperbanyak jumlah sel gamet. Pembelahan meiosis I dan II memiliki fase yang sama dengan mitosis yaitu profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase.

Pada pembelahan meiosis I di profase terjadi pembentukan kiasma di antara kromosom homolog yang kemudian memicu proses pindah silang (Campbell et al., 2010).

Fase profase I dapat dibagi menjadi 5 fase yaitu, LEPTOTEN, ZIGOTEN, PAKITEN, DIPLOTEN, dan DIAKINESIS.

1. Fase leptoten mulai terjadi kondensasi kromatin menjadi kromatid dan sentrosom bergerak ke kutub berlawanan.

2. Fase zygoten terjadi ketika kromosom homolog (pasangan kromosom yang memiliki kesamaan bentuk dan ukuran, namun memiliki sifat yang berbeda) membentuk sinapsis atau penempelan. Kromosom homolog yang membentuk sinapsis biasa disebut tetrad.

3. Fase pakiten, pasangan kromosom mengalami crossing over atau pindah silang.

4. Fase diploten, kromosom tetrad dapat diamati dengan jelas dan tampak titik-titik pindah silang disebut kiasma.

5. Fase diakinesis ketika kromatid menebal dan memendek. Fase ini adalah proses terakhir dari profase I.

Pada fase anafase I, kromosom homolog yang mengalami pemisahan karena terjadi proses pindah silang pada profase I. Kromosom yang berpisah ini memiliki sifat yang tidak identik. Hal ini lah yang mengakibatkan reduksi set kromosom. Sebagai tambahan dan rangkuman dari materi di atas, tabel di bawah adalah perbedaan umum dari pembelahan sel secara mitosis dan meiosis.

Tabel 1. Perbedaan mitosis dan meiosis
Keterangan
Mitosis
Meiosis
Replikasi DNA
Terjadi saat interfase sebelum mitosis dimulai
Terjadi saat interfase sebelum meiosis I dimulai
Jumlah pembelahan
Satu kali, mencakup profase, prometafase, metafase, anafase, dan terlofase.
Dua kali, mencakup profase, prometafase, metafase, anafase, dan terlofase.
Sinapsis dan kromosom homolog
Tidak ada
Terjadi pada saat profase I yang mengakibatkan adanya pindah silang
Jumlah sel anakan dan komposisi genetik
Empat, diploid (2n) dan identik dengan induk dan satu sama lain.
Empat, haploid (n), berbeda secara genentik dengan induk dan satu sama lain.
Jenis sel yang membelah
Sel autosomal
Sel gamet

Demikian ulasan saya tentang perbedaan Motosis dan Meiosis, semoga dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi ini.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A., J. B. Reece, L. A. Urry., M. L. Cain, S. A. Wasserman, P. V. Minorsky, R. B. Jackson. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *